MA’AFKAN AKU CHA

Perkenalan cukup singkat saja, namaku putra. aku punya seorang sahabat karib sejak masih kanak2 namanya icha, rumah kami bersebelahan dan awalnya aku cm menganggap dia teman biasa hingga akhirnya kini kami beranjak dewasa dan dia terlihat makin menarik dimataku. tingginya skitar 165cm dengan body yg padat berisi. dia berkulit putih dan wajahnya cukup manis dengan pipinya yg chubby, pokoknya benar2 menggemaskan.
diam-diam aku makin tertarik padanya dan sering menjadikan dia sebagai objek khayalan saat onani. namun hal yang mengecewakanku adalah bahwa dia sudah memiliki seorang pacar dan hubungan mereka pun cukup serius dan mendapat restu dari ortu masing2. bahkan cukup sering kulihat cowknya menginap disana ketika ortu icha pulang kampung ato dinas kluar kota. “ah, pasti icha sedang digarap habis2an oleh cowknya” ujarku dalam hati sambil membayangkan tubuh moleknya yang sedang digenjot oleh si cowok, akhirnya aku jadi horny dan onani untuk melampiaskannya. tiba-tiba timbul niat jahat dalam pikiranku untuk mencari cara agar dapat menikmati tubuh moleknya juga, dan akhirnya kudapat ide yg cukup cemerlang.
keesokan hari aku akhirnya membulatkan tekad untuk menjalankan rencana kotorku. siang hari ketika kulihat cowoknya pergi dari rumah icha, aku pun pura2 bertamu kerumahnya.
“icha…” teriakku samb mengetuk pintu rumahnya
“masuk aja tra, ga dikunci koq” balasnya
aku pun masuk ke ruang tamu dan kulihat dia sedang menonton tv sambil memeluk boneka kesayangannya yg seukuran orang dewasa hingga menutupi tubuhnya.
“tumben main kesini, ada apa?” tanya icha sambil memberi isyarat agar aku duduk disebelahnya.
“pengen main aja, bosen dirumah lagian kmaren2 sibuk makanya ga prnah main kesini” jawabku
“ah, sok sibuk aja lo!!” ejeknya, “oia, gw bikinin minum dulu ya?” katanya sambil berdiri dan melangkah ke dapur.
seketika aku terpana, ternyata dia cm memakai tanktop tipis dengan celana hotpants yg cukup longgar sehingga memamerkan kemulusan pangkal pahanya. mendadak aku menjadi sangat horni dan tak sabar ingin menikmati kmulusan tubuhnya.
“cowok lo udah pulang cha?” tnyaku basa-basi
“owh si andre, baru aja doi pulang” jawabnya sambil menyiapkan minuman buat kami berdua.
“om ama tante kapan pulang?” tanyaku lagi.
“paling2 besok” katanya sambilmembawakan minuman ke arah meja di hadapanku. ketika dia menunduk dan meletakkan minuman, kulihat belahan dada 34b nya mengintip dari balik tanktop tipisnya. mataku pun terbelalak dan jantungku berdegup kencang (disertai dengan ‘adikku’ yang berontak dr balik celana). cukup lama aku terpana melihat pemandangan indah dihadapanku hingga kata2nya mengagetkanku “woi, nakal! liatin apa lo?” ujarnya sambil tersenyum manis dan menutupi dadanya.
“ah, ng…nggak liat apa2 koq” jawabku panik.
kemudian dia duduk kembali disebelahku dan lanjut menonton tv.
“cha, koq tampang lo kucel banget? bau asem lagi” ejekku
“sial, bilang gw asem! yawda gw mandi dulu, lo nonton sendiri dulu ya” gerutunya sambil bergegas ke kamar mandi.
aku pun segera mengeluarkan botol kecil berisi obat tidur dosis tinggi yang kudapat dari temanku dulu, lalu kucampurkan beberapa tetes pada minumannya.
berselang 15 menit, icha pun datang sambil mengeringkan rambutnya
dan segera duduk disebelahku.
“gimana, sekarang udah cantik n wangi kan” tanyanya padaku
“i i…iya” jawabku gelagapan, aq seakan terhipnotis oleh semerbak aroma tubuhnya
lalu dia mengambil minumannya, aku berdebar2 menyaksikan dia meneguk jus jeruk sambil berharap obatnya ampuh.
“ngapaen bengong? lo ga minum?” ujarnya
aku pun panik dan segera meneguk habis minumanku “nie udah abis” jawabku sekenanya
icha pun tertawa kecil melihat kelakuanku.
kemudian kami pun ngobrol kesana-kemari, hingga berselang 10 menit terlihat icha mulai mengantuk hingga akhirnya dia tertidur sambil mendengar ceritaku. melihatnya sudah tak sadar, aku pun mencoba menepuk-nepuk pipinya cukup keras namun dia tidak bergeming.
dalam hati aku berteriak girang “akhirnya bisa juga gw nyicipin body lo cha” ujarku
segera saja kukecup gemas kedua pipinya lalu kupagut bibir seksinya, terasa hangat dan manis! kurebahkan tubuhnya di karpet ruang tamu lalu kulanjutkan lagi ciumanku dibibirnya. perlahan ciumanku pindah menyusuri leher jenjangnya sambil kuhirup dalam2 aroma tubuhnya yg khas, tak ketinggalan kdua tanganku menyusup ke balik tanktop dan meremas2 lembut kedua payudaranya yg sekal.
dengan tak sabar kulucuti tanktop dan bra pink-nya, mataku pun nanar menatap bulatan payudaranya yang begitu indah, benar2 putih mulus padat bagaikan bakpao jumbo dengan puting berwarna pink pada puncaknya. bagaikan bayi yg kelaparan, aku yg baru kali ini melihat payudara secara langsung segera meremas dan menyedot kdua payudaranya dengan gemas. cukup lama aku bermain2 disitu lalu kulanjutkan menyusuri perutnya yg mulus dan rata dengan mulutku hingga sampai pada perut bagian bawahnya. perlahan kulepas hotpants beserta cd-nya, aku kembali terpana menyaksikan gundukan daging mungil di pangkal pahanya yg dihiasi dengan bulu2 halus yg tampak bersih dan jarang, sepertinya icha benar2 pandai merawat vaginanya.
dengan tangan gemetar kubuka kedua pahanya dan ku ciumi bagian kanan dan kirinya secara bergantian dan perlahan naik hingga sampai di pangkal pahanya. sambil menelan ludah kulihat klitoris berwarna kemerahan mengintip dari celah sempit bukit kemaluannya, seakan mengundangku untuk mencicipinya.
dengan tak sabar kujilati bagian luar vaginanya yg putih bersih, lalu kusibakkan belahannya dan tampaklah klitoris dan lubang vaginanya yg terlihat mengkilap karena basah oleh cairannya.
perlahan kudekatkan mulutku dan kujilat vaginanya “hmmm wangi dan rasanya gurih” ucapku pelan lalu melanjutkan jilatanku dan sesekali menyedot klitorisnya. kulihat icha mengernyitkan dahinya dan kudengar nafas icha makin berat lalu beberapa saat berikutnya tubuhnya mengejang, dari liang knikmatannya mengalir cairan cinta dgn aroma yg khas. segera saja kuseruput hingga tak tersisa setetespun.
puas menikmati vaginanya, akupun lanjut melucuti pakaianku hingga telanjang bulat. kurenggangkan kdua pahanya dan kuposisikan penisku yg sudah tegang sempurna d pintu liang knikmatannya, kugesekan perlahan penisku dibelahannya lalu kudorong masuk pelan-pelan. liang vaginanya yg telah basah mempermudah jalannya penisku meluncur kedalam vaginanya, dengan sodokan yg agak keras akhirnya seluruh batangku tertelan oleh vaginanya. terasa ujung penisku merobek sesuatu namun aku tak peduli karena sibuk meresapi knikmatan jepitan dinding vaginanya yg hangat n basah.
“wow, senikmat inikah memek cewek?” tanyaku dalam hati. perlahan2 kugerakan batangku maju -mundur, oowhhh benar2 terasa nikmat, knikmatan jepitan vagina icha terasa menjalar keseluruh tubuhku. kuperhatikan wajah cantik icha terlihat menyiratkan rasa sakit saat kupercepat pompaanku di vaginanya. sambil terus memompa, kuciumi bibir mungilnya dan tak ketinggalan kedua tanganku meremas2 bulatan payudaranya.
15 menit kugenjot, bibir mungil icha mulai mengeluarkan desahan dan lenguhan hingga akhirnya tubuh sintalnya mengejang orgasme. terasa vaginanya meremas2 penisku dan cairan hangat mulai membasahi dinding knikmatannya. kupercepat genjotanku sambil menghisap kedua putingnya bergantian, hingga akhirnya kurasakan penisku berdenyut2 lalu kubenamkan seluruh batang penisku
“aarrggghhh cha, memekmu enak banget!!!” lirihku sambil menembakan spermaku hingga membasahi lubang vagina rahimnya. benar2 kenikmatan yang luar biasa, aku merasa sangat puas bisa melampiaskan nafsu terpendamku pada icha. kuciumi keningnya yg dihiasi bulir2 keringat buah ‘kerja keras’ku dan perlahan kucabut batangku dr vaginanya. namun alangkah terkejutnya aku ketika melihat sperma dan cairan vaginanya bercampur dengan cairan merah mengalir keluar dr belahannya. “SH*T, APA INI? DARAH!?!?” seruku dalam hati.
“jd icha masih….”
Aku terpaku melihat cairan kemerahan yang mengalir keluar dari liang vagina icha.
“jadi, selama ini dia masih perawan? lalu apa yang dilakukan icha dan andre ketika mereka berdua dirumah seperti kmaren malam? apakah semua cuma prasangka burukku?” ribuan pertanyaan berkecamuk dalam hatiku.
“apa yang lo lakuin ke sahabat karib lo sendiri? lo udah ngancurin hidupnya!!” hati kecilku yang masih memegang prinsip kebenaran seolah berteriak kepadaku. aku hanya berusaha menutup mata dan telingaku, berharap agar suara itu tak terdengar namun “sekarang apa yg bisa lo lakuin? gimana cara lo bertanggung jawab? mau nikahin dia? sedikitpun dia ga ada rasa ama lo! harusnya lo tau diri!!” kembali kudengar teriakan batinku.
“DIAMMM!!” teriakku keras, cukup keras untuk membangunkan icha dan benar saja, tiba2 kulihat tubuh telanjang icha mulai bergerak seakan-akan kesadarannya mulai pulih. dengan penuh kepanikan kuambil saputangan dan kulumuri dengan obat tidur, segera aku tutup hidung dan mulutnya dengan saputangan itu. Untunglah cukup berhasil dan tubuh icha tergolek lemas kembali. buru2 kubersihkan vaginanya untuk menghilangkan jejak-jejak persetubuhan(tepatnya pemerkosaan) lalu kupakaikan kembali seluruh pakaiannya dan kubaringkan icha di sofa ruang tamu, tidak lupa kuletakkan boneka kesayangan icha dipelukannya dan akupun bergegas kembali ke rumahku. Sesampai dirumah aku mencoba mencari-cari info tentang efek dari obat tidur tersebut, pada sebuah artikel kubaca bahwa penggunaan obat itu dalam dosis tinggi dapat menyebabkan amnesia ringan sehingga si korban akan kehilangan sebagian ingatan kira2 beberapa jam sebelum terpengaruh efek obat tersebut. akupun tersenyum licik membacanya, sambil berharap icha tidak ingat kalo aku sempat bertamu kerumahnya. Malam makin larut aku tetap terjaga dan masih gelisah, meskipun tak kudengar lagi jeritan batinku yang menyalahkanku (mungkin sudah tenggelam oleh setan yang menguasai hati & pikiranku) tapi tetap saja aku masih was-was.
Hingga akhirnya pagi menjelang, mataku silau karena diterpa cahaya mentari yang menerobos masuk dari jendela kamarku. aku tidak ingat kapan aku terlelap. sambil mengejapkan mata kuberharap bahwa semua hal yang terjadi kemarin hanya mimpi basah ku, tapi akupun tersadar ketika kutatap botol obat tidur diatas mejaku yang isinya telah berkurang hampir separuhnya “oh Tuhan, apa yg harus aku lakukan?” ratapku dalam hati. “Tuhan? setan seperti dirimu kini menyebut nama Tuhan? setan sepertimu sama sekali tak pantas untuk menyebut Dia yang maha suci” kembali kudengar suara batinku. aku hanya terdiam lalu melangkah gontai ke arah balkon, kuharap sejuknya udara dan hangatnya mentari pagi dapat sedikit meringankan rasa bersalahku atas dosa yang kuperbuat pada sahabat karibku. saat ku termenung dibalkon sambil memandangi sekumpulan merpati yang sedang mengelilingi langit, tiba-tiba kudengar teriakan nyaring dari balkon rumah sebelah.
“Woi putra!!! ngapaen lo bengong pagi2? awas kesambet setan loh” teriaknya sambil tertawa ringan.
“ICHA!?” batinku terkejut, tiba-tiba keringat dingin mengalir deras dari pori-pori tubuhku, wajahku pucat pasi dan bibirku gemetaran.
“Woiiii!!! haloooo… dipanggil malah ga nyaut, lo budek ya sekarang?” teriaknya lagi
Dengan berat hati aku menoleh kearahnya, tampang wajah cantiknya tersenyum dengan sangat manis kearahku, memamerkan barisan gigi nya yang putih dan rapi disertai sepasang lesung pipit di kedua pipinya yang chubby
“oohhh… she is really an angel” kagumku dalam hati
“eh, malah bengong lagi!? lo kenapa sie? belakangan ini ga pernah keliatan? maen kerumah juga jarang, ditanyain bokap gue tuh! mau diajakin ngoprek mobil lagi!” gerutunya padaku
“eh? ga pernah kliatan? jarang maen kerumah? berarti dia ga inget kalo gw kmaren kerumahnya?” ujarku dalam hati
“iya nie, lagi sibuk ama tugas kampus! lagian lo jg ga pernah kliatan, gw kn males klo kerumah lo tp lo nya ga ada, kemaren aja lo kagak kliatan dr pagi” jawabku sambil memancingnya
“hehehe kmaren gue tidur seharian, pas abis si andre pulang dari rumah gw, gw langsung tidur ampe baru bangun tadi pagi,, nie kepala gw masi pusing gara2 kebanyakan tidur!!”jawabnya sambil cengengesan.
“wuuuu dasar kebo!!” ejekku. “Yess, brarti icha bner2 ga inget ama kejadian kemaren!!” hatiku pun bersorak gembira…
“biarin, lo jg sama” balas icha yg kemudian bergegas masuk kembali ke kamarnya.
Melihat keadaannya yang tak tahu apa2 itu membuatku menjadi lebih tenang, akupun akhirnya bergegas mandi dan berangkat ke kampus dengan perasaan lega, kulalui hari itu dengan enjoy hingga akhirnya sore menjelang dan akupun sampai dirumah. ketika selesai meletakkan motorku di garasi akupun melihat secarik kertas ditempel di pintu masuk yang bertuliskan : “putra sayang, mama dan papa harus pulang kampung mendadak, nenekmu sakit keras dan sekarang di UGD. Jaga rumah baik-baik ya? –MAMA–”
Yaaahhh berarti selama beberapa hari ini aku harus masak makanan sendiri deh…
hari-haripun berlalu, tak terasa sudah tiga hari semenjak kejadian itu, aku tak pernah mencoba menghubungi icha karena masih merasa bersalah dan takut ketahuan. malam harinya aku bengong2 sendiri sambil menonton acara TV, aku masih sendiri dirumah dan orang tuaku belum kembali dari kampung. diluar hujan cukup deras sehingga aku malas kemana2, ditengah kejenuhanku itu kudengar ada yang memncet bel rumahku. akupun segera berdiri dan berlari kearah pintu, kupikir orang tuaku sudah kembali. perlahan kubuka pintu utama, dan bersamaan dengan itu, kulihat sosok wanita melompat kearahku lalu memelukku dengan erat, wajahnya dia benamkan di dadaku sambil menangis tersedu2.
“icha?” ucapku pelan, icha pun menangis menjadi-jadi.
“kamu kenapa?” tanya ku sambil membimbingnya duduk di sofa ruang tamuku. kubuatkan segelas teh hangat untuknya (tentunya tanpa obat tidur lagi) lalu kupersilakan dia untuk meminumnya agar tenang.
setelah mampu menguasai dirinya sendiri dia pun mulai bercerita dengan bibir yang gemetar ” tra, si andre selingkuh!” ujarnya lirih. “tadi sore pas pulang ngampus gw k kost-an dia soalnya gw khawatir dari tadi pagi dia ga kliatan dikampus, tapi lo tau ga apa yang gue liat dikamar kostnya?” tanyanya gemetar padaku, perlahan terlihat air mata mulai mengalir lagi membasahi pipinya yang chubby. aku tak bisa menjawab, hanya menggeleng. hatiku ikut terluka melihat air mata bidadariku ini.
“disana gue liat dia lagi ML ama cewek laen, mereka berdua ga sadar kalo gw udah ada didepan pintu kamar andre yang sedikit kebuka. langsung gw labrak mereka berdua sambil marah2 tapi andre malah balik bentak-bentak gue! katanya dia berbuat kayak dini karena gue ga pernah mau kalo diajak begituan tiap dia nginep dirumah gue! dia bilang gue sok suci! apa salah kalo gue menjaga kesucian gue demi suami gue nanti? kalo dia bener-bener cinta, bukannya harusnya dia mau bersabar sampai gw sah jadi miliknya???” ucapnya setengah berteriak histeris sambil menangis tersedu2.
aku cuma diam dengan hati yang pilu mendengar kata-katanya, “apa yang bakal lo lakuin ke gue kalo lo tau yang sebenarnya cha? kalo lo tau kalo sebenarnya lo udah ga suci, kalo lo tau sebenernya gue udah nodain lu??” batinku lirih. aku hanya diam kemudian memeluknya dan mengelus rambutnya agar dia tenang sambil menyesali semua perbuatanku padanya.
akhirnya dia pun tenang, dilepaskannya pelukanku dari dirinya lalu berucap “gue ga terima ama yang dia lakuin tra, gue ga terima dikhianatin ama dia, dia jg harus dapet balasan yang setimpal” tegasnya dengan tatapan penuh kebencian
“sebagai sahabat karib gue lo pasti mau bantuin gue kan?” tanyanya padaku
“oke, apa sih yang ga buat lo? lo mau si andre dibikin babak belur? ato mau gue patahin kaki n tangannya?” jawabku ikutan gemas
“ga, gue ga suka pake kekerasan! lo tau peribahasa : *mata dibalas mata, gigi dibalas gigi*? dia ML ama cewek lain, gue juga bisa ML ama cowok lain” ucapnya tegas
“WTF, maksud lo apa cha?” seruku setengah tak percaya mendengar kata-katanya
“gue mau balas kelakuan dia dengan cara yg sama, gue bakal tunjukin kalo gue juga bisa ML ama cowok lain! persetan dengan kesucian gue, gue udah ga peduli!!” geramnya
“trus lo mau gw gimana?” tanyaku lagi setelah mampu mencerna kata-katanya
“gue mau lo ML ama gue, sambil direkam pake handy cam lo! ntar hasilnya bakal gue tunjukin ke dia!!” ucapnya mantap
“Eh?? lo ga salah nie? g..gu..gue ML a..aama lo?? tanyaku terbata-bata, aku masih ga prcaya ama indera pendengaranku.
“iyalah!! cuma lo yang bisa bantuin gue masalah ini! lo mau kan bantu gue?” tanya nya memelas.
“eh? oh?” jawabku bingung, nalarku mulai kacau, insting setanku segera bekerja dan bersorak-sorak didalam pikiranku
“please putra… cm ama loo gw bisa crita kayak gini, n cuma lo yg bisa bantuiin gue!!” ujarnya sambil menatapku dengan berkaca-kaca
“tapi… ga apa-apa kalo gue ngambil perawan lo?” sebuah pertanyaan tolol keluar dari mulutku, padahal sudah jelas-jelas aku yg merenggut keperawanannya saat itu.
“ga masalah, lo kn temen baik gue, lo ga prnah nghianatin gue, lo lebih pantes dapet kesucian gue daripada si busuk andre, biar dia tau rasa ntar!” dapat kurasakan tekad yang amat bulat dari kata-katanya, sebulat payudaranya yang padat itu.
akupun tersenyum kecut mendengar kata-katany “oke, kalo lo maunya gitu” jawabku pelan, namun dalam pikiranku bersorak-sorai karena mendapat kesempatan mencicipi tubuh moleknya lagi.
“oke, jadi lo bisanya kapan? gw sie pengennya sekarang biar bisa secepatnya ngasi pelajaran ke bajingan tu, mumpung ortu gue lagi dinas keluar kota” kata icha padaku
“kalo sekarang jg boleh, ortu gue jg lagi pulkam nie” balasku mantap
akhirnya kami sepakat untuk melakukan aksi balas dendam terhadap andre (lebih tepat disebut aksi mesum sie) malam ini jam 9 dikamar icha. setelah icha kembali kerumahnya akupun bergegas menyiapkan handy cam ku untuk acara nanti, lalu aku segera mandi dan tak lupa minum jamu kuat sebelum kerumah icha…
Perlahan kuketuk pintu rumahnya,sambil memanggil2 namanya. tiba2 hp ku berdering dan kulihat telpon dari icha, segera saja kujawab dan kudengar suara diseberang sana
“Putra lo dimana?” tanya icha.
“nie gue dah didepan rumah lo, gue langsung masuk aja ya?” jawabku
“mmmm… kayaknya gue berubah pikiran nie, mendingan ga jadi aja ya? gue masih sayang ama andre” ucapnya pelan diseberang sana. seketika akupun shock mendengarnya, setan-setan dalam diriku yang dari tadi bersorak sorai seketika diam dan lemas. cukup lama aku terdiam, lalu akupun berucap perlahan “ooo oke kalo emang lu maunya gitu” jawabku lirih lalu terdiam lagi, tak dapat kusembunyikan rasa kecewaku, tapi tak dapat pula kusalahkan icha atas sikapnya.
tiba-tiba diseberang sana terdengar suara cekikikan dan lama-lama menjadi suara tawa yang nyaring ” wkakakaka… lo jangan lemes gitu donk! gw cm brcanda, ga mungkin lah gw batalin rencana gw n nerima semua perlakuan dia ke gw!” katanya sambil tertawa.
“sial! lu ngerjain gue yah?” kataku sambil tertawa kesal
“hehehe kena juga lo, pasti dari td lo udah mupeng banget ya?” tanya icha, masih sambil cekikikan
“tau ah, bodo!” jawabku
“duuuhhh cup cup cup… gitu aja ngambek, sini masuk kedalem pintunya ga dikunci koq! gw tunggu dikamar ya say” rayunya mesra membuatku nafsuku kembali membara. kubuka pintunya lalu kututup dn kukunci lagi dari dalam, kulangkahkan kakiku ke kamarnya sayup-sayup kudengar suara musik-musik romantis mengalun dari arah kamarnya. perlahan kubuka pintu kamarnya “cekrek” dan pintu pun terbuka, aku terpana menyaksikan sosok bidadari dihadapanku. icha yang terlihat sangat cantik mengenakan kimono tipis berwarna merah, dengan bra dan lingerie seksi berwarna hitam membayang dibaliknya.
“wow, u are so beautifull..” ucapku pelan
“jangan liatin gue kayak gitu donk! gue kan jd malu” katany sambil tersipu dengan wajah bersemu merah karena malu.
“eh, o ya, gue siapin peralatannya dulu ya?” kataku gugup karena tersadar dari lamunanku, segera kusiapkan handycam ku dan kuposisikan pada sudut ruangan yang dapat merekam seluruh aktifitas diranjang.
“bisa kita mulai?” tanyaku padanya setelah persiapan selesai
“oke, tp pelan-pelan ya? gue blom pernah gituan” jawabnya
“tenang, gue jg sama koq” jawabku menenangkannya
kulepaskan pakaianku satu persatu hingga tinggal menggunakan boxer, kudekati dia yang duduk dipinggir ranjangnya. kupeluk lalu kubaringkan tubuhnya dengan lembut. “are u ready?” tanyaku yang dijawab dengan anggukan oleh icha sambil memejamkan matanya. kucium kening icha dengan lembut dan tanganku melepaskan tali kimononya, perlahan ciumanku turun ke matanya, hidungnya, lalu kupagut mesra bibir manisnya, bibir manis yang sempat kicicipi saat itu kini dapat kurasakan lagi kehangatannya. dah kami saling bertautan satu sama lain, tampaknya icha lebih berpengalaman dalam french kiss. tanganku tak tinggal diam, tangan kananku membelai rambut dan telinganya sedangkan tangan kananku sudah menyusup ke balik bra hitamnya dan mengelus-elus bongkahan payudaranya yang padat. perlahan-lahan kuremas lembut gunung kembarnya dia mulai menggelinjang dan menikmatinya, lalu kugunakan tangan kananku untuk membuka kaitan branya dan dengan sekali tarik payudaranya telah terekspos dihadapanku. oh, akhirnya bisa kulihat lagi bulatan payudara kenyal milik icha yang selalu kukhayalkan ketika onani. perlahan kulepas pagutanku dari bibirnya dan ciumanku bergerak turun kearah lehernya yang jenjang.dia pun mendesah kegelian karena cumbuanku “aaahhhh…. terus tra…” desahnya manja. mendengar hal itu aku makin bersemangat untuk menjamah tubuhnya. segera kupilin-pilin kedua putingnya yang telah mengeras, ciumanku pun kini hingga pada payu daranya, kujilati seluruh permukaannya inchi demi inchi seakan tak ingin melewatkan setiap jengkal kemulusan gunung kembar idamanku itu. setelah puas menjelajahi pangkal dan lereng gunung kembarnya, gini giliran melahap puncaknya, bibirku langsung melumat dan menyedot puting kemerahan icha, dia pun terkejut dan mendesah makin keras, tanda bahwa dia menikmati perlakuanku atas payudaranya. kusedot-sedot puting kanan dan kirinya bergantian hingga akhirnya icha berteriak “aakkhh… aku keluar tra” sambil badannya mengejang dan kedua pahanya merapat. akupun menghentikan aktivitasku dan membiarkan icha menikmati orgasmenya.
“tra, yg barusan apa sih? rasanya enak banget.” tanyanya sambil memandangku dengan tatapan sayu.
“yg barusan namanya orgasme, lo blum pernah?” jawabku sambil bertanya lagi yang dijawab icha dengan menggeleng lemah.
“rasanya kaya’ pengen pipis tp enak banget, cd gue jd basah deh, gw ke toilet dulu ya bersihin memek gue, jorok nie” ucapnya lemah padaku.
“ga usah” kataku sambil melucuti lingerie seksinya yang benar2 basah lalu melemparnya, segera kurenggangkan kedua pahanya tapi kurasakan penolakan dari icha.
“lo mau ngapaen tra? jangan dibuka, memek gue masi kotor!!” ujarnya sambil berusaha merapatkan pahanya tapi sia-sia karena tenagaku lebih besar.
“ga ada satu bagianpun yang kotor dari tubuh lo yg indah ini cha” jawabku sambil mendekatkan wajahku kearah vaginanya, tercium semerbak aroma khas vaginanya yang harum.
“akh… stop tra” desahnya lemah ketika mulutku mendarat di permukaan vaginanya, kedua tangannya berusaha menjauhkan wajahku dari gundukannya tapi percuma. segera kuciumi dan kujilati permukaan vaginanya yang basah oleh
cairannya sendiri, puas menikmati permukaan vaginanya kini kulanjutkan dengan membuka belahannya dan tampaklah klitoris dan liang vaginanya yang berwarna kemerahan nan seksi. tanpa dikomando aq segera menjilatnya tanpa rasa jijik, hmmm rasanya benar-benar gurih dan manis. mendapat perlakuan seperti itu icha makin kaget dan merpatkan pahanya hingga menjepit kepalaku, namun tangannya yang tadinya berusaha menjauhkan kepalaku kini malah menekan kepalaku kearah vaginanya, seolah ingin agar aku terus mempermainkan klitorisnya.aku semakin intens menjilat vaginanya dengan diselingi sedotan dan gigitan kecil pada klitorisny yang makin membuat icha menggelinjang tak karuan. kumasukan perlahan jari tengahku kedalam liangnya yang sempit lalu kugerakkan maju mundur sambil menjilat klitorisnya, tak pelak hal ini membuat desahan icha makin menjadi-jadi “ooohhh putra, lo nakal banget akh…”
kumasukkan jariku agak dalam dan berusaha menstimulasi g-spotnya, setelah kutemukan lalu kugesek-gesek dengan cepat hingga akhirnya pertahanan icha jebol untuk kedua kalinya “aaakkhhh putraaa… gw kluar lagi!!!” teriaknya
aku segera bersipa dan menyeruput tiap tetes cairan cinta yang mengalir menbanjiri vaginanya, diapun menggelinjang lagi oleh perlakuanku, ternyata dia mengalami multi orgasme saat itu. tubuh icha pun lunglai dan lemas, jepitan pahanya pada kepalaku lepas, tenaganya telah terkuras habis bersamaan dengan terkurasnya cairan vaginanya. akupun berdiri lalu melepas boxer ku hingga tampak “adik”ku yang berdiri dengan gagahnya. icha agak terkejut melihatnya, aku lalu mendekatkan penisku ke arah wajahnya, icha yang mengerti lalu menyambutnya dengan membuka bibir tipisnya. kumasukkan penisku kedalam mulutnya, ohhh terasa hangat dan basah didalamnya!!! icha pun mulai menyedot-nyedot penisku yang aku gerakan maju-mundur didalam mulutnya diselingi dengan permainan lidahnya pada kepala penisku. “ooohhh cha… lo pinter banget! enak gilaa…” erangku menikmati perlakuannya pada penisku. kira-kira 10 menit aku dioral oleh icha akupun mencabutnya karena tak mau keluar terlalu awal. kemudian akupun beralih ke bawah, kurenggangkan kedua pahanya lalu kugesekkan kepala penisku pada belahan vaginanya, dia pun menggelinjang kegelian karena kepala penisku menyundul-nyundul klitorisnya, aku gesek-gesekan terus hingga terasa cairan vaginanya mulai membanjir lagi.
“aku masukin ya cha?” tanyaku
“pelan-pelan ya tra?” pintanya sambil menatapku sayu
kujawab permintaanya dengan mendorong penisku kedalam vaginanya, cukup sulit meski sudah bukan perawan lagi namun cairan vaginanya yang membanjiri liangnya kembali mempermudah penetrasiku hingga akhirnya “jleebbb” sfx penisku yang telah masuk setengahnya kedalam liang kenikmatan icha dapat kurasakan dinding vaginanya yang hangat, basah dan memijat-mijat penisku. kulihat ekspresi icha yang mengernyitkan dahinya pertanda bahwa dia juga masih merasakan sakit meskipun sebenarnya sudah tak virgin lagi.
“sakit cha?” tanyaku padanya
“ga begitu, terusin aja tra” jawabnya
sejurus kemudian akupun mendorong kembali penisku hingga seluruhnya tertelan oleh liang vaginanya “akh!!” icha mengerang merasakannya. akupun diam, membiarkan diri kami masing-masing menikmati saat-saat ini, kurasakan dinding vagina icha menjepit erat batangku.
perlahan kugerakkan penisku maju mundur, oh! kurasakan lagi sensasi kenimatan surgawi yang dulu kurasakan, tapi kali ini lebih nikmat mungkin karena saat ini aku menyetubuhi icha dalam keadaan sadar. kupompa vaginanya dengan tempo lambat sambil meresapi kenikmatan ini, icha juga mendesah-desah menikmatinya “oohhh ahhhh tra, terus…” desahnya meresapi kenikmatan yang baru kali ini dirasakan. kupercepat genjotanku pada liang vaginanya dan beberapa saat kemudian kurasakan cairan hangat membasahi batangku dibarengi dengan tubuh icha yang menggelinjang orgasme “akh, putra aku keluar lagi!!!”
akupun menghentikan sodokanku, kubiarkan dia menikmati orgasmenya yang ketiga kalinya, kukecup keningnya lalu kupagut bibirnya. kembali kupompa vaginanya sambil terus berpagutan mesra, kulepas pagutanku lalu berpindah menjilati telinga kirinya, diapun menggelinjang geli “putraaa… lo nakal banget sie! akh…” lirihnya kegelian karena ulahku.
sekitar 15 menit kupompa dengan tempo bervariasi, kurasakan pertahananku akan jebol, tapi aku masih belum puas menikmati tubuhnya jadi perlahan aku cabut batangku dari vaginanya “plop” sfx batangku yang telah benar-benar tercabut dari vaginanya. bersamaan dengan itu icha pun terkejut lalu menatapku heran “koq dicabut?” protesnya
“sory, tapi gw pengen coba gaya lain, boleh kan?” tanyaku meminta persetujuannya
“oke, tapi tetep enak kan?” tanyanya lagi
“pastilah” jawabku sambil membalikan badannya ke posisi doggy style dengan bertumpu pada pada kedua siku tangan dan lututnya, kulebarkan pahanya kesamping dan kuangkat sedikit pantatnya yang bulan dan kencang sehingga posisinya agak menungging dan seluruh berat badannya tertumpu pada siku tangannya. dalam posisi begitu vaginanya yang merah merekah tampak jelas olehku, tanpa basa-basi segera aku sosor liang surgawi icha dan kusedot2 klitorisnya dan kontan saja membuatnya kaget dan menggelinjang keenakan “akh…” erangnya, “cepetan masukin donk!” protesnya tak sabar.
akupun lalu memposisikan diri dibelakang icha dan dengan sekali dorong kubenamkan lagi penisku kedalam lia vaginanya “akh, enak tra” desahnya manja. mendengar itu aq jadi makin bersemangat memompa vaginanya, kupercepat genjotanku dan dapat kulihat penisku keluar-masuk vaginanya dengan cepat. kurasakan liang vaginanya makin licin pertanda cairan pelumasnya mulai membanjiri dinding-dinding vaginanya yang rapat. selama 15 menit ku genjot dia dalam posisi seperti itu akhirnya aku tak tahan lagi untuk segera menembakkan seluruh sperma yang telah kusimpan dari tadi.
“okh tra, gw dah mw kluar sayang!! aaakkkhhhh….” teriak icha yang dibarengi dengan tubuhnya yang menggelinjang dan dinding vaginanya yang makin erat mencengkram batang penisku, akhirnya icha mendapat orgasmenya yang kesekian kali. akupun makin mempercepat pompaanku dan mengerang
“chaaaa… gw jg mau kluar nie!!!”
“uuhhh.. jangan didalem say! sini kluarin dimulutku aja” cegah icha.
akupun segera mencabut batangku yang berdenyut keras dari vaginanya kemudian segera kuarahkan kemulut icha, icha pun segera berbalik dari posisi telungkupnya lalu duduk mengangkang sambil menyambut penisku. kumasukkan penisku ke dalam mulut hangatnya yang segera dihisap dan dijilat oleh icha hingga akhirnya
“aakkkhhh chaaa!!!!” teriak ku sambil menekan kepalanya kearah selangkanganku, bersamaan dengan itu seluruh maniku kutumpahkan dimulut icha
“mmmppphhh” desah icha menerima tumpahan maniku hingga meleleh keluar bibirnya
“uhuk uhuk…” icha pun terbatuk-batuk akibat tersedak maniku, lalu dia berusaha menelan seluruh maniku yang ada dalam mulutnya. akupun mencabut penisku yang telah melemah dari bibir mungilnya. kulihat icha mengusap bekas sperma pada bibirnya.
“rasanya aneh banget, lengket2 gimana gitu…” katanya sambil menjilati pinggiran bibirnya
“lo koq mau nelen mani gue?” tanyaku heran, biasanya perempuan apalgi yang bukan maniak sex pasti merasa jijik.
“lo aja mau nyeruput punya gue tanpa rasa jijik, jadi gue juga harus mau donk! gue kan setia kawan” katanya tegas
“oooo…” jawabku sambil manggut-manggut
kulihat jam diatas meja kamar icha sudah menunjukkan pukul 11.00 malam “wah sudah sejam nie” ujarku dalam hati. kumatikan handycam ku yang sudah bekerja keras merekam semua adegan persetubuhan kami lalu kumasukkan kembali ke dalam tas ku.
“cha, udh jam 11 nie, nanggung pulang gw tidur sini ya?” tanyaku padanya yang sedang berbaring di kasurnya
“sini, bobo sini aja temenin gw” jawabnya sambil menepuk-nepuk kasur mengisyaratkan agar aku tidur disampingnya
tanpa kujawab langsung aku melompat ke sampingnya, menarik selimut kemudian memeluk icha. akhirnya kamipun terlelap tanpa busana, benar- benar hari yang indah buatku, ingin rasanya kuhentikan waktu agar bisa memeluk bidadariku seperti ini selamanya

Random Posts

  • Pak Satpam Yang Sungguh Mengairahkan

    Namaku Mutia 29 thn. Orang bilang saya memiliki segalanya , kecantikan, kekayaan dan keindahan tubuh yg menjadi idaman setiap perempuan. […]

  • Tanteku yang Seksi Sekali

    “Kriing..” jam di meja memaksa aku untuk memicingkan mata. “Wah gawat, telat nih” dengan tergesa-gesa aku bangun lalu lari ke […]

  • Ngentot Dengan Mantan Kekasih

    Cerita dewasa asmarahot Ngentot Dengan Mantan Kekasih Nama Aku Yonar, aku adalah seorang lelaki yang sudah menikah, istriku mempunyai seorang […]

  • Janda Berjilbab Ajak Ngentot

    Nasib itu ada di tangan Tuhan. Seringkali aku memikirkan kalimat ini. Rasanya ada benarnya juga. Tapi apakah ini nasib yg […]